Penguatan Ukhuwah Isamiyah ditengah Politisasi Islam

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Selasa, 23 Juni 2009 at 21.22


Pemilihan umum 2009 sebentar lagi, belakangan ini kita dibuat gerah oleh perkembangan politik yang ada. Situasi kian memanas, persaingan untuk berebut suara sebanyak banyaknya semakin membuat semua kekuatan politik sudah memasang kuda-kuda dan jarring-jaring politiknya agar menang dengan segala cara termasuk melalui ke wilayah dakwah.


Dalam konteks demokrasi, ini tentu saja positif, akan tetapi jika dikaitkan engan aspek dakwah,muncul pertanyaan, apakah bisa dakwah dalam kondisi yang seperti ini menjadi penyejuk, pengarah, dan penjaga moral dalam mengontrol maupun memperbaiki prilaku politik yang beretika dan beradab? Karena terkadang politik dengan mudah berjalan di luar rel-rel moral dan etika. Oleh karenanya hal ini sesuatu hal yang harus kita perhatikan.
Ketika politisi sudah memasuki area dakwah, orientasi dakwah pun mulai berubah. Dakwah kemudian terkooptasi oleh kepentingan-kepentingan partai dan individu bagaimana cara mempengaruhi orang lain untuk memilihnya. Akhirnya umat islamlah yang hanya dijadikan objek untuk meraih kekuasaan.
Memang politik bukanlah sesuatu yang haram, namun kenyataannya aktor-aktor politik cenderung menggunakan prilaku politik yang bisa mengarah pada perilaku negative. Karena poltik lebih mengarah pada tujuan atau hasil bukan melihat proses yang dijalankan. Sehingga demi tujuan meraih dukungan, kemenangan, popularitas, maka batas-batas moral ataupun etika dengan mudah dilanggar asal tujuan politik bisa tercapai.
Bahkan demi tujuan tersebut, tidak jarang ayat-ayat Tuhan pun dijadikan sebagai alat untuk mempengaruhi umat islam supaya mengikuti aliran politik tertentu. Para ulama yang seharusnya berperan sebagai penjaga moral, secara diam-diam juga tidak jarang ada yang terseret dengan kepentingan politik.
Ketika pemilu umat islam pun menjadi sedikit sensitive, saat itu banyak umat muslim yang terpetak-petak dalam bingkai partai politik, sehingga terkadang perbedaan itu dapat menyebabkan konflik sesama umat muslim.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kaum muslim dalam menghadapi Pemilu 2009 baik legislative maupun presiden:
1. Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah sesama umat muslim.
Jangan sampai pemilu itu mengakibatkan permusuhan sesama muslim. Karena sesama muslim kita adalah bersaudara.
Ar Ra'd 21


21. dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan[771], dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.


2. Bersikap tenang dan tetap istiqomah di jalan dakwah.
Ar Ra'd 28

Ketenteraman hati orang-orang yang beriman serta pembalasan bagi mereka

28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram
3. Kepada para politisi hendaknya bersikap Jujur dan Adil
Al Ahzab 8


8. agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka[1203] dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.
Ditulis oleh : Much Deiniatur



HMI GELAR BEDAH BUKU

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Kamis, 14 Mei 2009 at 01.51

Bertempat di Sekretariat HMI Cabang Purworejo, Plaosan, HMI Purworejo akan menggelar Bedah Buku dengan Judul "Pemuda Peka Zaman" acara ini akan di isi oleh Akhi pristian Kader HMI yang satu-satunya berasal dari kampus AKPER Pemkab Purworejo.
Selain acara Bedah Buku, Pengurus Cabang juga akan menggelar Rapat yang agendanya akan membahas tentang Persiapan Kongres, Kesekretariatan yang kontraknya akan habis, Persiapan Pleno 2 Cab. Purworejo, Dan Evaluasi Program. Ketua umum HMI Purworejo mengungkapkan bahwa dalam momentum reformasi kali ini marilah kita bersama-sama bangkit......!

Badko Inbagteng Gelar Rapimcab dan OUT BOUND

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Minggu, 03 Mei 2009 at 23.53

Bertempat di Bumi Perkemahan Arga Putra Puntuk, HMI Badko Inbagteng mengadakan Rapat Pimpinan cabang dan Out Bound pada tanggal 2-3 Mei 2009. meski yang datang hanya 4 cabang namun acara ini tetap berlangsung dengan ramai. Acara dimulai pada malam ahad dengan agenda Diskusi yang di isi oleh Akhi Ikhwanussoffa dan dilanjutkan dengan acara Rapimcab dengan pembahasan laporan tim kongres masing-masing cabang. Sedangkan pada ahad pagi acara dilanjutkan dengan out bound training.


Rihlah dan Out Bound Di Jati malang

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Kamis, 30 April 2009 at 01.16

Pada tanggal 19 April 2009, HMI Cabang Purworejo menggelar acara rihlah dan out bound di Panatai Jati malang Purworejo. Acara ini diikuti oleh lima belasan kader yang terdiri ex trainer kader batra yang sekalian follow up, kader komisariat, dan pengurus cabang. Acara yang dimulai pukul 09.00 ini, menurut ketua umum HMI Cabang Purworejo bahwaq out bound sebenarnya tidak ada bedanya dengan training motivasi, kepemimpinan, dan keorganisasian karena didalamnya mengandung nilai-nilai kepemimpinan, kerjasama, percaya diri yang kuat, dan semangat untuk belajar yang beda hanyalah metodenya yang menggunakan metode bermain/game. Acara ini merupakan kerjasama HMI cabang Purworejo dengan Lembaga taman Belajar Metaforma, bertindak sebagai trainer adalah Hani Nur cahyo. Peserta diakhir acara merasa kecapekan karena acaranya membutuhkan tenaga yang besar yaitu beerlari-lari di pasir


HMI PURWOREJO GELAR LATIHAN KADER 1

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Senin, 30 Maret 2009 at 20.43

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas perkaderan, HMI Cab. Purworejo pada tanggal 26-29 Maret 2009 kemarin menyelenggarakan LK 1 / Batra di Sekretariat HMI Cab. Purworejo. Acara ini diikuti oleh 7 orang peserta, 2 orang laki-laki dan 5 orang putri. Peserta sangat antusias sekali mengikuti acara ini, terutama materi manajemen aksi yang membuat peserta semangat untuk mengikutinya karena rata-rata dari mereka mengaku belum pernah mengikuti aksi sungguhan. Dari ke tujuh peserta, semuanya lulus dan syah menjadi anggota HMI Purworejo.
Pasca Batra, peserta merencanakan follow up yaitu tadabur alam ke pantai jati malang pada minggu ketiga bulan April. Semoga menjadi kader HMI yang militan dan berintelketual.........

Rihlah ke gua Seplawan

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Senin, 23 Februari 2009 at 19.20


Pada tanggal 22 februari lalu segenap pengurus HMI Purworejo mengadakan acara rihlah ke goa seplawan. Acara ini dimaksudkan untuk menguatkan ukhuwah sesama pengurus cabang, akan tetapi pada saat acara ternyata hanya ada beberapa orang saja yang hadir. Sejumlah pengurus yang hadir mengaku puas dengan acara tersebut. karena kebanyakan dari mereka belum pernah melihat keindahan goa seplawan tersebut. Acara dimulai dengan susur gua dilanjutkan dengan makan-makan plus diskusi diatas bukit. komentar dari teman-teman kebanyakan merasa puas dan menginginkan kalau acara tersebut lebih sering-sering aja diadakan....
deini



KADER HMI; AGENT DALAM MELAKSANAKAN MISI UNTUK MEWUJUDKAN INSAN CITA DAN MASYARAKAT CITA.

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Jumat, 13 Februari 2009 at 04.44


HMI sejak berdirinya pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta yang mempunyai tujuan mempertegak dan mengembangkan agama islam dan mempertinggi derajat rakyat dan Negara republic indonesia. seperti lazimnya organisasi yang lain, HMI mempunyai tujuan yang merupakan cita-cita besar yang hendak dicapai, sejak berdirinya HMI hingga sekarang tujuan hmi yang telah berganti samapi enam kali mempunyai cita-cita yang luhur terhadap islam. Ini bisa dilihat bahwa tujuan HMI sekarang adalah “Terbinanya Mahaiswa Islam memjadi insane ulil albab yang turut bertanggungjawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT”.
HMI yang berfungsi sebagai organisasi perkaderan yang bertujuan membina para anggotanya menjadi kader menjadikan focus dan obyek tujuannya adalah individu-individu mahasiswa untuk mempunyai kualifikasi tertentu yang disebut insane ulil albab, insane yang dicita-citakan HMI.
Selain berfungsi sebagai organisasi perkaderan HMI juga berfungsi sebagai organisasi perjuangan . kader-kader HMI yang telah mempunyai kualifikasi sebagai insane ulil albab mereka juga bertanggungjawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhoi Allah.
Dan untuk mewujudkan tujuan HMI tersebut diperlukan usaha yaitu Dakwah amar ma’ruf nahi munkar, pembentukan individu- individu ulil albab, dan pembentukan masyarakat. Jadi dapat dikatakan bahwa HMI adalah organisasi dakwah.
Berbicara tentang HMI memang ada dua hal yang harus kita perhatikan yaitu kata himpunan sendiri berarti merupakan sebuah wadah suatu kelompok umat yang sedang berdakwah. Seperti dikatakan dalam Al Qur’an Surat Ali Imran 104 dikatakan bahwa “ Dan hendaklah ada segolongan umat yang menyeru pada kebajikan,menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Sedangkan kata mahasiswa Islam, kader HMI adalah seorang muslim dan muslimat yang mempunyai kewajiban untuk berdakwah. Karena mahasiswa identik dengan kampus maka sering kali kita sebut dakwah kampus walaupun istilah ini sering diklaim oleh gerakan mahasiswa tetangga kita.
Awalnya HMI (MPO) sangat focus pada keislamanya bahkan terkenal sebagai organisasi yang fundamental, namun kini tampaknya HMI (MPO) mulai terbuka, mudah kita temui kader-kader yang berbeda-beda ekspresi keagamaanya. Ada kader yang cenderung fundamen, moderat, dan liberalpun banyak. Memang pada dasarnya HMI tidak mengatur keseragaman pemahaman Agama.
Ekspresi keagamaan masing-masing cabangpun berbeda-beda ini bisa kita lihat ada cabang yang akhwatnya memakai jilbab yang besar-besar ada juga yang cabang yang akhwatnya memakai celana jins ketat. Memang kalau kita menilai bahwa keislaman di HMI itu menurun, itu dalam kacamata siapa? Dan keislaman yang bagaimana?
Banyak kader yang kini nampaknya mulai jenuh terhadap perkaderan HMI. Perkaderan yang hanya identik dengan acara LK 1, LK 2, LK 3 dan kajian rutin tiap minggunya. Tanpa ada Inovasi kegiatan-kegiatan yang lebih modern dan elegan. Kegiatan-kegiatan seperti ceramah dan ceramah nampaknya sekarang kurang diminati oleh baik kader maupun calon kader tentunya. Hal ini dikarenakan kultur yang semakin berubah juga.
Mahasiswa kinipun banyak yang tidak tertarik dengan acara-acara kajian keislaman dan diskusi karena acara tersebut tidak berhubungan dengan materi kuliah dan tidak mempengaruhi nilai mereka. Mahasiswa kini cenderung pragmatis. Kegiatan mahasiswapun banyak yang hanya diisi dengan acara-acara hedonistic seperti hur-hura, pacaran, shoping, nongkrong dan lain-lain yang tentunya jauh dari tradisi ideal mereka sebagai mahasiswa. Kasus narkoba dan aborsi paling banyak dilakukan oleh mahasiswa karena selain mahasiswa jauh dari control orang tua juga karena pergaulan yang semakin bebas. Pernah seorang teman saya berkata bahwa kost-kostan mahasiswa itu sarang maksiat., mahasiswa yang punya kelakuan baik adalah mahasiswa yang masih mau ikut berorganisasi.
Organisasi mahasiswapun kini sepi dari aktifitas dan kreatifitas para mahasiswa. Kalaupun rame itupun paling acara teater dan pentas band.
Kampuspun sekarang kian berubah, biaya kuliah yang mahal memaksa mahasiswa untuk berusaha agar cepat lulus dan tidak mau ikut organisasi karena kuliahnya akan lama, disamping juga jadwal kuliah yang padat. Kebijakan kampuspun banyak yang kini melarang organisasi ekstra masuk kampus.
HMI sebagai organisasi bagian dari umat islam dan merupakan organisasi perkaderan sekaligus organisasi perjuangan tentunya tidak akan diam melihat realitas disekitar kita yang sedemikian parahnya. Justru inilah lahan dakwah bagi HMI, tidak disebut dakwah jika tidak ada tantangan. Lalu kiat-kiat apa sajakah yang kiranya dapat membantu kader-kader HMI dalam berdakwah?
1. Mempersegar kegiatan-kegiatan yang ada di HMI.
Hal ini saya rasa yang perlu kita perhatikan agar kegiatan-kegiatan di HMI tidak membosankan, kita perlu adanya inovasi, kreatifitas, dan unik akan tetapi tidak meninggalkan subtansi dan nilai-nilai ajaran islam. Acara-acara yang kiranya sekarang popular seperti Out Bound, tadabur alam, Bedah film, dan lain-lain.
2. Berani, ulet, kerja keras, tawakal, dan istiqomah (BUKTI)
Kader-kader HMI harus berani berdakwah dimanapun dan kapanpun dengan menanggung segala resiko yang ada. Berani mengatakan yang haq itu haq dan yang batil adalah batil, disamping itu kita harus ulet tidak gampang menyerah keika mendapat cobaan. Ketika mendapat cobaan hendaknya kita memohon bantuan, bimbingan , dan pertolongan Allah. Dan yang tak kalah penting adalah kita harus komitmen terhadap perjuangan dakwah kita. Janganlah kita sombong terhadap apa yang telah kita perbuat, akan tetapi janganlah diam ketika kemungkaran terjadi.
3. Kader HMI adalah calon pemimpin umat.
Ketika kita melihat pluralitas di HMI, saya rasa ini merupakan kelebihan bagi HMI. Kader-kader HMI yang sudah terbiasa dengan kondisi pluralitas akan tidak kaget ketika besok menjadi pemimpin di masyarakat yang plural. Mereka sudah terbiasa bagaimana memanaj kader-kader yang berbeda-beda tingkahnya.
4. Melek Media bagi kader HMI
Kader-kader HMI tidak boleh ketinggalan zaman, kita harus dapat menguasai dan memanfaatkan media sebagus mungkin. Media sebagai alat dakwah sangat penting gunanya dalam meningkatkan kualitas dakwah kita.
Mengingat banyaknya peran strategis yang dimiliki oleh HMI dalam berdakwah, program dakwah HMI mestinya dirancang secara sistematis dan terstruktur mulai dari Komisariat sampai Pengurus Besar. Dakwah bukan hanya saja milik LDMI (Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam) akan tetapi merupakan tanggung jawab semua umat islam untuk menegakkan nilai-nilai islam dimuka bumi ini.

Di tulis oleh : Much Deiniatur (Kader HMI Purworejo)


Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Blogger news


Make Widget

About the author

This is the area where you will put in information about who you are, your experience blogging, and what your blog is about. You aren't limited, however, to just putting a biography. You can put whatever you please.