Ramadhan Momentum Menjalin Persahabatan yang Tulus dengan Allah

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Selasa, 02 Agustus 2011 at 12.40

Oleh: Masagus Fauzan Yayan, SQ

Dengan indah, Rasulullah Saw. menuntun kita cara menjalin persahabatan yang tulus dengan Allah lewat doa yang diajarkan kepada Ali bin Abu Thalib:

“… kalaupun aku sabar menanggung beban-beban penderitaan (di neraka) bersama musuh-musuh-Mu dan Kau kumpulkan aku dengan para penerima siksa-Mu, dan Kau ceraikan aku dari para kekasih dan sahabat-Mu …

Kalaupun aku, Wahai Ilah-ku, Tuanku, Sahabatku, dan Rabb-ku, sabar menanggung siksa-Mu, bagaimana kudapat sabar menanggung perpisahan dengan-Mu … kalaupun aku dapat bersabar menanggung panas-neraka-Mu, bagaimana kudapat bersabar dari melihat kemuliaan-Mu .…”

Sebuah munajat yang begitu indah dan intim dari seorang sahabat (manusia) kepada Sahabatnya Yang Agung. Jadi, meskipun posisi manusia dengan Allah tidak setara, hal itu tidak menghalangi keduanya untuk menjalin persahabatan yang erat. Bukankah persahabatan juga dapat dijalin erat antara karyawan dan direkturnya atau antara majikan dan bawahannya?

Berlandaskan persahabatan dan cinta, ibadah kita pun tak lagi seperti budak yang ketakutan atau bak pedagang yang selalu menghitung-hitung imbalan. Ali bin Abi Thalib pernah menuturkan tiga tipe orang menyembah Tuhan: Pertama, orang beribadah karena mengharapkan balasan. Ibadahnya merupakan investasi masa depan. Orientasinya untung rugi. Semakin banyak ia menjalankan ritual-ritual keagamaan semakin banyak pula imbalan dari Tuhan yang akan diterimanya. Imam Ali menyebutnya ibadah para pedagang, pebisnis.

Kedua, orang menyembah Tuhan karena takut pada siksa-Nya. Ibadah mereka sama seperti pengabdian seorang budak kepada tuannya. Ia melakukan segala tugas yang dibebankan, karena khawatir mendapat murka sang majikan bila ia melanggarnya. Ia membayangkan Tuhan, ibarat Sang pemurka yang siap menghukum hamba-Nya yang mengabaikan perintah-Nya. Orang seperti ini biasanya menjalankan ibadah hanya untuk mengugurkan kewajiban.

Ketiga, orang beribadah karena ia sadar memang seharusnya beribadah. Imam Ali menyebutnya ibadah orang merdeka. Ibadah yang dihiasi cinta dan ketulusan. Dari mana cinta yang tulus itu datang? Dari rasa syukur. Dari rasa terima kasih yang mendalam. Ibadah betul-betul menjadi bentuk syukur seorang hamba kepada Sang Pemberi kehidupan. Siti Aisyah bercerita bagaimana Nabi Saw. bangun di tengah malam. Ia terus-menerus beribadat, sambil tak henti-hentinya menangis. Sampai-sampai para sahabat bertanya mengapa Nabi harus beribadah seperti itu? Bukankah Allah telah mengampuni seluruh dosanya, yang dahulu maupun yang kemudian? Nabi berkata, “Bukankah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur?”

Profil manusia agung yang dalam hidupnya menjalani persahabatan yang tulus dengan Allah ialah Nabi Ibrahim a.s. beliau dipanggil dengan sapaan mesra: sahabat Allah. Mengapa? Karena relung-relung kalbunya diliputi cinta kepada Allah. Karena beliau meneladani sifat-sifat Allah sehingga Allah pun mencintainya dan menjadikannya sebagai khalil—sahabat dan kekasih-Nya.

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Allah mengambil Ibrahim menjadi (sahabat) kesayangan-Nya.” (QS An-Nisâ’ [4]: 125)

Imam Nawawi al-Bantani menceritakan bahwa Nabi Ibrahim a.s. pernah ditanya, “Wahai Ibrahim, mengapa Allah menjadikanmu orang kesayangan-Nya?” Nabi Ibrahim menjawab, “Karena tiga perkara: pertama, aku selalu mengutamakan perintah Allah di atas perintah selain-Nya; kedua, aku tidak pernah mengkhawatirkan suatu perkara (rezeki) yang telah ditanggung oleh Allah; dan ketiga, aku tidak senang makan, baik sore hari maupun pagi hari, kecuali bersama tamu.” (Bahkan, dalam suatu riwayat, Nabi Ibrahim a.s. pernah berjalan sejauh satu atau dua mil untuk mencari orang yang mau diajak menemaninya makan).

Namun sebaliknya ketika manusia enggan bersahabat dengan Allah maka berarti mereka telah menyiksa diri sendiri dan akan mengalami perasaan hampa tanpa Kawan Sejati.Allah menegaskan dalam surah Al-Anbiyâ’ [21]: 43,

“Atau Adakah mereka mempunyai Tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka ditemani oleh kami?”

Kata yushabûn terambil dari kata shahiba, menurut sebagian ulama, berarti menemani. Teman biasanya membela dan melindungi temannya. Dari sini kata tersebut diartikan melindungi atau bahwa rahmat dan perlindungan Allah tidak menyertai dan menemani mereka.

Haidar Bagir (Buku Saku Tasawuf, 2005), mengutip ramalan seorang psikolog terkemuka abad ke-20, William James. Dalam bukunya yang terkenal, Varieties of Religious Experience yang terbit pada tahun-tahun pertama abad ke-20, dia menyatakan bahwa sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan menemukan kepuasan kecuali jika ia bersahabat dengan “Kawan Yang Agung” (The Great Socius).

Menurut W. James, selama manusia belum berkawan dengan “Kawan Yang Agung” itu, maka selama itu pula ia akan merasakan kegelisahan, kekosongan, kecemasan, dan kesepian dalam hidup. Kawan Yang Agung yang dimaksudkan oleh W. James itu adalah Tuhan.

Sekalipun temannya banyak dan pergaulannya luas, namun ia tetap merasa sepi (hampa). Ia kesepian dalam keramaian. Keterputusan dengan Tuhan menjadi penyebab timbulnya perasaan terasing, gelisah, dan sebagainya. Tuhan adalah sumber dari segala yang ada, sebagai alfa dan omega, asal dan kepada-Nya semua kembali. Karena itu, menurut Mulyadhi Kartanegara (Menyelami Lubuk Tasawuf, 2006), hanya dengan melakukan kontak terus-menerus dengan Sumber dan terus berupaya mendekatkan diri kepada-Nya, maka manusia boleh berharap mendapat ketenangan dan kebahagiaan hidup. Kalau tidak, berharap saja pun merupakan kemustahilan. Tuhanlah tempat kembali kita, Dialah tempat asal dan kampung halaman (tempat kita kembali) kita yang sejati. Bukankah Al-Quran sendiri berkata, “Milik Tuhanlah kita ini, dan kepada-Nya kita semua akan kembali,” (QS Al-Baqarah [2]: 156)?

Sebenarnya, sejak pertama kali dicipta hingga nyawa akan dicabut kembali, kita diajak untuk selalu berusaha mendekatkan diri dan bersahabat dengan Allah Yang Mahaagung.

“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya, maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS Al-Fajr [89]: 27–30).

*Ketua Umum HMI Badko Inbagbar/2002-2004/ Koordinator Rumah Tahfidz Sumsel

Paguyuban Ulil Albab makin eksis

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Senin, 01 Agustus 2011 at 20.58

Komunitas Alumni dan Paska Struktur HMI Cabang Purworejo yang tergabung dalam Komunitas Ulil Albab makin eksis, hal ini ditunjukkan dengan digelarnya acara Silaturrahmi dan rapat koperasi Ulil albab di kediaman Kanda Maryadi, Butuh, Purworejo,pada hari ahad 31 Juli 2011.
Acara yang digelar setiap bulannya ini diisi dengan berbagai acara yaitu Kultum yang dibawakan oleh tuan rumah, Arisan bulanan, dan Rapat Koperasi ulil albab. Dalam Rapat Koperasi diputuskan untuk membuka usaha bersama yaitu Bisnis Pulsa, dan dalam hal ini dikelola oleh Sdr.Deiniatur. Dengan adanya usaha ini diharapkan dapat memberikan keuntungan untuk Koperasi Ulil albab.

FIDI komandan baru HMI Purworejo

Written by HMI CABANG PURWOREJO on at 20.35

Fidi Finandar resmi dilantik sebagai Ketua umum HMI Purworejo oleh Sunarimo Darmaji selaku Wakil Sekjen PB HMI, Acara Pelantikan ini digelar pada tanggal 30 Juli 2011 di Balai Desa Kertosono, Banyuurip, Purworejo. Acara ini juga dihadiri oleh seluruh kader HMI Purworejo, Alumni HMI Purworejo, bahkan Ketua Umum HMI Cabang Sleman menyempatkan diri hadir dalam acara tersebut
Dalam sambutannya Fidi mengungkapkan bahwa HMI Purworejo akan fokus dalam pembenahan perkaderan. "Perkaderan HMI Purworejo selama ini sangat lemah, bahkan HMI Purworejo nyaris mati" imbuhnya. Selain itu dia juga mengungkapkan bahwa HMI Purworejo harus meningkatkan jumlah kuantitas dengan menyelenggarakan LK 1 atau Batra dengan frekuensi yang banyak dan kualitas yang baik.
Selain pelantikan, Acara tersebut juga diisi dengan seminar keagamaan dengan tema "Menyongsong Bulan Suci Ramadhan" yang diisi oleh Bp. Iyus Herdiana, M.Ag, Dosen UMP. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan kader HMI dalam melaksanakan ibadah Puasa agar dilakukan lebih mantap dan dengan amalan-amalan yang sesuai dengan tuntunan Al Qur'an dan Sunnah Rosul

HMI Purworejo akan Gelar Batra Di Wonosobo

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Jumat, 18 Desember 2009 at 22.35

Dalam rangka merekrut kader baru HMI Cab. Purworejo akan mengadakan Basic Training (LK 1). Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 23-26 Desember 2009 di Desa Kalilesan, kec. kepil, kab, Wonosobo
Peserta Basic Training adalah mahasiswa dari berbagai Universitas yang ada di Purworejo dan telah mengikuti seleksi serta masih berstatus sebagai mahasiswa. setelah mengikuti kegiatan ini mereka akan dilantik menjadi anggota HMI Cab. Purworejo.

Matahari Masih Malas-malasan, 'Kiamat' Mundur Tahun 2013

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Kamis, 10 Desember 2009 at 16.01

Irwan Nugroho - detikNews

Buku Lapan (Irwan/detikcom)
Bandung - Tanpa mempedulikan ramalan tentang datangnya kiamat pada tahun 2012, para ilmuwan awalnya sepakat bahwa pada tahun tersebut memang bakalan terjadi badai matahari. Namun, perkiraan itu belakangan bergeser, karena bintik hitam matahari sampai sekarang belum muncul.

Bintik hitam atau secara ilmiah dinamai sunspot adalah tanda-tanda adanya aktivitas matahari. Banyaknya sunspot yang mengandung medan magnet akan menciptakan ledakan sehingga aktivitas matahari dianggap telah mencapai puncaknya. Radiasi gelombang elektromagnetik yang disemburkan oleh ledakan itu dapat mencapai bumi yang berjarak 150 juta Km dari matahari.

Sesuai siklus 11 tahunan matahari, puncak aktivitas matahari akan sampai pada siklus ke-24 pada 2012 nanti. Karena itu, para ilmuwan memperkirakan sunspot akan mulai muncul pada 2007 lalu dan bertambah banyak pada tahun-tahun sesudahnya.

"Tapi ternyata sebagian peneliti melihat sekarang ini belum muncul bintik hitamnya itu," kata Sri Kaloka Prabotosari, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa (Pusfatsainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di kantor Lapan Bandung, Jl Djundjunan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/12/2009).

Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lapan Clara Y Yatini mengatakan, sunspot terbentuk akibat kuatnya medan magnet di permukaan matahari. Tampak gelap yang telihat pada bintik hitam matahari disebabkan karena energi yang ada di sunspot itu tidak bisa dilepaskan.

Dia melanjutkan, karena kuatnya medan magnet pula, badai matahari akan berhembus dari daerah sunspot tersebut. Makin banyak bintik-bintik hitam di matahari, makin besar pula potensi terjadinya badai matahari.

"Itu proses yang terjadi di matahari dan tidak bisa dikontrol. Kalau memang waktunya meledak, ya, meledak," kata dia.

Senada dengan Sri Kalola, menurut Clara, siklus aktivitas matahari yang ke-24 semula diperkirakan lebih besar dibanding siklus sebelumnya. Akan tetapi, dengan melihat belum adanya sunspot di permukaan matahari, prediksi itu berubah.

Menurutnya, dengan melihat perilaku matahari yang seperti itu, Lapan memprediksi aktivitas matahari akan mencapai puncaknya bukan pada 2012, melainkan Mei 2013. Saat itu, ledakan-ledakan matahari, yang dikait-kaitkan orang dengan ramalan kehancuran bumi dan kiamat, akan terjadi.

"Dengan mengamati matahari terus menerus, kelihatannya matahari ini masih malas-malasan. Akhirnya para peneliti mengulang lagi prediksinya dan mengatakan siklus ke-24 ini bakalan rendah daripada siklus ke-23," tuturnya.


Selamat....

Written by HMI CABANG PURWOREJO on Rabu, 30 September 2009 at 20.07

Segenap Keluarga Besar HMI Cabang Purworejo, mengucapkan Selamat idul fitri 1430 H, Mohon Maaf lahir dan Batin.
Akan diadakan kunjungan Silaturrahim ke kader2 dan pasca struktur HMI Cab. Purworejo pada hari Kamis, 1 Oktober 2009.
HMI Cabang Purworejo juga mengucapkan selamat atas Pernikahannya Ukhti Ais pada hari Ahad,04 Oktober 2009 di Boyolali. Semoga menjadi Keluarga yang sakinah mawaddah dan warrahmah.



Purwokerto, Skuad HMI Indonesia Bagian Tengah kini telah memiliki kapten baru yakni Ahmad Khoirul Umam atau yang akrab disapa Umam. Umam yang tidak lain adalah mantan ketua cabang Wonosobo tersebut berhasil terpilih sebagai ketua Badko Inbagteng periode 2009-2011 M mengalahkan 2 calon lain yakni Arfianto Purbolaksono (Purwokerto) dan Muamar (Semarang) di hari kedua acara Musdabadko XXII HMI Indonesia Bagian Tengah 26 Juli 2009 di Purwokerto. Umam mengumpulkan 8 suara sedangkan Anto dan Amar masing-masing memperoleh 6 suara dan 5 suara. Pemilihan ketua badko dimulai selepas dhuzur dan langsung dilanjutkan dengan acara penutupan Musdabadko dan baru berakhir sekitar pukul 13.30 WIB.

Ketika diwawancara, Umam mengatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan oleh HMI khususnya di wilayah Inbagteng adalah pembenahan pola komunikasi antar cabang, maupun antara cabang dengan Badko. “Permasalahan utama bukanlah geografis, tapi pola komunikasi yang buruk, itulah kemudian yang harus dibenahi. Ikatan secara emosional perlu dibangun dan diperkuat sehingga gerak HMI khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah bisa seirama dan saling memperkuat” tutur Umam. Sedangkan untuk masalah banyaknya cabang yang kolaps Umam berpendapat bahwa itu bisa ditangani dengan memaksimalkan pola-pola perkaderan di HMI, dengan diiringi inovasi yang tentunya dapat membuat HMI semakin baik disamping tetap menyemangati cabang-cabang tersebut.

Dadang Hidayat utusan Cabang Surabaya berharap bahwa konsep pembinaan terhadap cabang perlu dijelaskan sampai tingkatan taktis dan strategis, karena jangan sampai cabang-cabang kebingungan dengan posisi, dan fungsi Badko. “Badko sesuai amanat Kongres HMI Ke XXVII di Jogjakarta harus mampu bekerja bukan hanya pada tingkatan internal tapi juga kerja-kerja eksternal” tandas Dadang. Senada dengan Dadang, Puji Hartoyo Ketua Umum Cabang Jogjakarta mengatakan bahwa Badko juga harus bekerja di wilayah eksternal dengan mampu memfasilitasi cabang-cabang sehingga mampu berkembang. “Tugas pertama Badko sekarang adalah dengan merapikan kondisi internal, struktur Badko haruslah mampu merepresentasikan seluruh cabang HMI di wilayah Indonesia Bagian Tengah” terang Puji beberapa saat sebelum dirinya meninggalkan Purwokerto bersama kontingen Jogjakarta lainnya. Bahagia HMI….
(Citra B Saldy)


Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Blogger news


Make Widget

About the author

This is the area where you will put in information about who you are, your experience blogging, and what your blog is about. You aren't limited, however, to just putting a biography. You can put whatever you please.